Selasa, 28 Desember 2010

Bahan Ajar Fisika SMA

Halaman ini sedang dalam proses pembangunan, namun demikian bila ada tahapan yang sudah selesai sudah dapat di download. Saya menyusun bahan ajar ini tidak sendirian namun banyak dukungan dari Guru Fisika SMAN se Kab. Mojokerto dalam forum MGMP. Hanya saja karena ilmu Fisika seperti turun-temurun dari penemu atau penggagas Formula atau Hukum-hukum Fisika, maka tidak ada salahnya bila media internet menjadi media penyebaran bahan ajar selain media cetak. Berikut ini materi yang sudah siap di download dan akan bertambah atau akan diedit manakala terdapat kekeliruan.
  1. Besaran dan Satuan (XPS)
  2. Gerak Lurus (XPS)
  3. Gerak Melingkar (XPS)
  4. Dinamika Partikel (XPS) 
  5. Optik Geometrik (XPS)
  6. Alat Optik (XPS)
  7. Suhu dan Kalor (XPS)
  8. Besaran dan Satuan (PDF)
  9. Gerak Lurus (PDF)
  10. Gerak Melingkar (PDF)
  11. Dinamika Partikel (PDF)
  12. Optik Geometrik (PDF)
  13. Alat Optik (PDF)
  14. Suhu dan Kalor (PDF)
  15. Grafitasi dan Gerak Planet (PDF)
  16. Elastisitas dan Getaran Pada Pegas (PDF)
  17. Impuls dan Momentum (PDF)
Format XPS sebenarnya hampir sama dengan PDF(Bila belum punya Foxit Reader silahkan download). Oleh karenanya bila di komputer anda belum terpasang software XPS VIEWER maka silahkan download di sini.

Minggu, 12 Desember 2010

Momen Inersia untuk benda Titik

Momen inersia (momen kelembaman) merupakan ukuran kelembaman dari suatu benda atau partikel yang sedang bergerak melingkar/rotasi. Dapat juga dianalogikan bila benda yang diam memiliki massa, maka ketika bergerak melingkar benda tersebut juga akan mempunyai besaran lain yang disebut momen inersia. Secara umum besaran momen inersia sebanding dengan massa benda dan kuadrat jari-jari lintasan gerak melingkarnya.
  • Jika terdapat sejumlah partikel bermassa m1, m2, m3, .... dan masing masing partikel berjarak r1, r2, r3, ... terhadap sumbu putar momen inersia total adalah jumlah dari seluruh momen inersia masing-masing benda.
  • Momen inersia sebuah benda tegar dimana partikelnya  tersebar merata pada seluruh bagian benda dapat dihitung dengan metode integral untuk batas integral meliputi seluruh bagian benda. 
  • Momen Inersia benda homogen berbentuk Batang
 
  • Momen Inersia benda homogen berbentuk silinder berongga dan tipis
I = M.R.R

 I = 0,5 . M.R.R











Sabtu, 11 Desember 2010

Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung

Spion termasuk cermin cembung. Kaca Spion kendaraan bermotor dirancang sedemikian rupa agar dapat membantu pengemudi melihat obyek/kendaraan lain yang berada di belakang kendaraan yang kita kemudikan. Bayangan yang terbetuk oleh kaca spion tidak seperti ukuran obyek aslinya. Hal ini dimaksudkan agar kendaraan yang masih jauh di belakang kita sekalipun sudah dapat teramati bayangannya. Oleh karena itu jenis cermin yang dipakai adalah cermin cembung. Perhatikan gambar pembentukan bayangan pada cermin berikut ini (gambar diperoleh dari browsing di situs internet).
Pembuat gambar tersebut sudah memberikan warna yang berbeda-beda untuk masing-masing garis sinar, diharapkan agar mudah mengikuti alur garis sinar selama proses pembentukan bayangan benda (object). Asumsikan (anggaplah) sinar datang dari berbagai arah, sehingga anda tidak kesulitan bila ingin memahami proses pembentukan bayangan. Karena cermin bersifat memantulkan sinar, maka benda/object harus diletakkan di depan cermin agar dapat terbentuk bayangan/image. Proses pembentukan bayangan adalah sebagai berikut :
  1. Garis sinar yang datang dari arah kiri (mendatar berwarna biru) melewati/mengenai titik (ujung atas benda), maka setelah sampai di permukaan cermin cembung garis sinar tersebut akan dipantulkan seolah-olah garis sinar pantul itu berasal dari titik fokus cermin (F)
  2. Garis sinar yang datang dari arah kiri (menuju titik F berwarna hijau) melewati/mengenai titik (ujung atas benda), maka setelah sampai di permukaan cermin cembung garis sinar tersebut akan dipantulkan seolah-olah garis sinar pantul itu datang sejajar dengan sumbu utama cermin cembung (sumbu utama = garis yang melalui titik C dan F).
  3. Garis sinar yang datang dari arah kiri (menuju titik C berwarna merah) melewati/mengenai titik (ujung atas benda), maka setelah sampai di permukaan cermin cembung garis sinar tersebut akan dipantulkan seolah-olah garis sinar pantul itu berasal dari titik pusat cermin (C).
  4. Garis-garis sinar yang berada di belakang cermin (sebelah kanan cermin) dilukiskan sebagai garis putus-putus dimaksudkan untuk membedakan garis sinar dengan garis bayangan (bersifat maya).
  5. Maya adalah sifat bayangan yang tidak dapat ditangkap oleh layar (walaupun dibelakang cermin tersebut sudah diletakkan layar untuk pembentukan bayangan).
  6. Layar yang dimaksud di sini adalah layar layaknya layar bioskop atau layar proyektor OHP/LCD.
  7. Dua garis putus-putus (no 1 dan 2) akan berpotongan di sebuah titik yang akan menjadi ujung bayangan/image dari benda/object.
  8. Bayangan tersebut juga dapat ditentukan dari perpotongan tiga garis sinar sekaligus yaitu merah, hijau, dan biru (minimal 2 garis sinar).
  9. Perlu diingat bahwa letak bayangan jangan selalu beranggapan seperti gambar tersebut, tetapi yang terpenting adalah tentukanlah di titik mana letak perpotongan dari minimal dua garis pantul (garis pantul/garis putus-putus dapat diperpanjang sampai dua garis pantul berpotongan).

Belajar Alat Optik (Teropong) untuk siswa SMA

Prinsip kerja Teropong. Sebenarnya belajar dari buku tidak kalah juga hasilnya bila mampu menyerap apa yang dijabarkan oleh penyusun buku, apalagi konsep tersebut disertai gambar yang jelas dan cukup baik. Pernahkan anda menggunakan Teropong? Silahkan perhatikan gambar Teropong (gambar hasil browsing dari internet).
Bila anda memperhatikan garis sinar yang berwarna biru, maka anda akan dapat bercerita kurang lebih seperti ini :
  1. Sinar masuk melalui lensa obyektif (depan)
  2. Kemudian mengalami pemantulan pada sebuah prisma (sinar berbalik arah tetapi pada lintasan yang berbeda)
  3. Sinar mengenai sisi prisma yang lain, sehingga mengalami proses seperti nomor 2.
  4. Sinar menuju lensa okuler (dekat dengan mata)
  5. Proses selanjutnya adalah kita yang menggunakan teropong tersebut seperti melihat benda secara langsung.
Bila muncul pertanyaan "mengapa sinar harus dibelokkan beberapa kali? Tentu jawaban yang terbaik adalah dengan cara memberi komentar pada postingan ini. Terima Kasih.