Selasa, 28 Desember 2010

Bahan Ajar Fisika SMA

Halaman ini sedang dalam proses pembangunan, namun demikian bila ada tahapan yang sudah selesai sudah dapat di download. Saya menyusun bahan ajar ini tidak sendirian namun banyak dukungan dari Guru Fisika SMAN se Kab. Mojokerto dalam forum MGMP. Hanya saja karena ilmu Fisika seperti turun-temurun dari penemu atau penggagas Formula atau Hukum-hukum Fisika, maka tidak ada salahnya bila media internet menjadi media penyebaran bahan ajar selain media cetak. Berikut ini materi yang sudah siap di download dan akan bertambah atau akan diedit manakala terdapat kekeliruan.
  1. Besaran dan Satuan (XPS)
  2. Gerak Lurus (XPS)
  3. Gerak Melingkar (XPS)
  4. Dinamika Partikel (XPS) 
  5. Optik Geometrik (XPS)
  6. Alat Optik (XPS)
  7. Suhu dan Kalor (XPS)
  8. Besaran dan Satuan (PDF)
  9. Gerak Lurus (PDF)
  10. Gerak Melingkar (PDF)
  11. Dinamika Partikel (PDF)
  12. Optik Geometrik (PDF)
  13. Alat Optik (PDF)
  14. Suhu dan Kalor (PDF)
  15. Grafitasi dan Gerak Planet (PDF)
  16. Elastisitas dan Getaran Pada Pegas (PDF)
  17. Impuls dan Momentum (PDF)
Format XPS sebenarnya hampir sama dengan PDF(Bila belum punya Foxit Reader silahkan download). Oleh karenanya bila di komputer anda belum terpasang software XPS VIEWER maka silahkan download di sini.

Minggu, 12 Desember 2010

Momen Inersia untuk benda Titik

Momen inersia (momen kelembaman) merupakan ukuran kelembaman dari suatu benda atau partikel yang sedang bergerak melingkar/rotasi. Dapat juga dianalogikan bila benda yang diam memiliki massa, maka ketika bergerak melingkar benda tersebut juga akan mempunyai besaran lain yang disebut momen inersia. Secara umum besaran momen inersia sebanding dengan massa benda dan kuadrat jari-jari lintasan gerak melingkarnya.
  • Jika terdapat sejumlah partikel bermassa m1, m2, m3, .... dan masing masing partikel berjarak r1, r2, r3, ... terhadap sumbu putar momen inersia total adalah jumlah dari seluruh momen inersia masing-masing benda.
  • Momen inersia sebuah benda tegar dimana partikelnya  tersebar merata pada seluruh bagian benda dapat dihitung dengan metode integral untuk batas integral meliputi seluruh bagian benda. 
  • Momen Inersia benda homogen berbentuk Batang
 
  • Momen Inersia benda homogen berbentuk silinder berongga dan tipis
I = M.R.R

 I = 0,5 . M.R.R











Sabtu, 11 Desember 2010

Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung

Spion termasuk cermin cembung. Kaca Spion kendaraan bermotor dirancang sedemikian rupa agar dapat membantu pengemudi melihat obyek/kendaraan lain yang berada di belakang kendaraan yang kita kemudikan. Bayangan yang terbetuk oleh kaca spion tidak seperti ukuran obyek aslinya. Hal ini dimaksudkan agar kendaraan yang masih jauh di belakang kita sekalipun sudah dapat teramati bayangannya. Oleh karena itu jenis cermin yang dipakai adalah cermin cembung. Perhatikan gambar pembentukan bayangan pada cermin berikut ini (gambar diperoleh dari browsing di situs internet).
Pembuat gambar tersebut sudah memberikan warna yang berbeda-beda untuk masing-masing garis sinar, diharapkan agar mudah mengikuti alur garis sinar selama proses pembentukan bayangan benda (object). Asumsikan (anggaplah) sinar datang dari berbagai arah, sehingga anda tidak kesulitan bila ingin memahami proses pembentukan bayangan. Karena cermin bersifat memantulkan sinar, maka benda/object harus diletakkan di depan cermin agar dapat terbentuk bayangan/image. Proses pembentukan bayangan adalah sebagai berikut :
  1. Garis sinar yang datang dari arah kiri (mendatar berwarna biru) melewati/mengenai titik (ujung atas benda), maka setelah sampai di permukaan cermin cembung garis sinar tersebut akan dipantulkan seolah-olah garis sinar pantul itu berasal dari titik fokus cermin (F)
  2. Garis sinar yang datang dari arah kiri (menuju titik F berwarna hijau) melewati/mengenai titik (ujung atas benda), maka setelah sampai di permukaan cermin cembung garis sinar tersebut akan dipantulkan seolah-olah garis sinar pantul itu datang sejajar dengan sumbu utama cermin cembung (sumbu utama = garis yang melalui titik C dan F).
  3. Garis sinar yang datang dari arah kiri (menuju titik C berwarna merah) melewati/mengenai titik (ujung atas benda), maka setelah sampai di permukaan cermin cembung garis sinar tersebut akan dipantulkan seolah-olah garis sinar pantul itu berasal dari titik pusat cermin (C).
  4. Garis-garis sinar yang berada di belakang cermin (sebelah kanan cermin) dilukiskan sebagai garis putus-putus dimaksudkan untuk membedakan garis sinar dengan garis bayangan (bersifat maya).
  5. Maya adalah sifat bayangan yang tidak dapat ditangkap oleh layar (walaupun dibelakang cermin tersebut sudah diletakkan layar untuk pembentukan bayangan).
  6. Layar yang dimaksud di sini adalah layar layaknya layar bioskop atau layar proyektor OHP/LCD.
  7. Dua garis putus-putus (no 1 dan 2) akan berpotongan di sebuah titik yang akan menjadi ujung bayangan/image dari benda/object.
  8. Bayangan tersebut juga dapat ditentukan dari perpotongan tiga garis sinar sekaligus yaitu merah, hijau, dan biru (minimal 2 garis sinar).
  9. Perlu diingat bahwa letak bayangan jangan selalu beranggapan seperti gambar tersebut, tetapi yang terpenting adalah tentukanlah di titik mana letak perpotongan dari minimal dua garis pantul (garis pantul/garis putus-putus dapat diperpanjang sampai dua garis pantul berpotongan).

Belajar Alat Optik (Teropong) untuk siswa SMA

Prinsip kerja Teropong. Sebenarnya belajar dari buku tidak kalah juga hasilnya bila mampu menyerap apa yang dijabarkan oleh penyusun buku, apalagi konsep tersebut disertai gambar yang jelas dan cukup baik. Pernahkan anda menggunakan Teropong? Silahkan perhatikan gambar Teropong (gambar hasil browsing dari internet).
Bila anda memperhatikan garis sinar yang berwarna biru, maka anda akan dapat bercerita kurang lebih seperti ini :
  1. Sinar masuk melalui lensa obyektif (depan)
  2. Kemudian mengalami pemantulan pada sebuah prisma (sinar berbalik arah tetapi pada lintasan yang berbeda)
  3. Sinar mengenai sisi prisma yang lain, sehingga mengalami proses seperti nomor 2.
  4. Sinar menuju lensa okuler (dekat dengan mata)
  5. Proses selanjutnya adalah kita yang menggunakan teropong tersebut seperti melihat benda secara langsung.
Bila muncul pertanyaan "mengapa sinar harus dibelokkan beberapa kali? Tentu jawaban yang terbaik adalah dengan cara memberi komentar pada postingan ini. Terima Kasih.

Minggu, 07 November 2010

Mbah Maridjan, Merapi, Bencana, Kegigihan, Tersesat , melawan kehendak ALLOH SWT

Mbah Maridjan tokoh "Merapi" yang tidak mudah dirayu untuk mengevakuasi diri dari ancaman Merapi. Karena kegigihannya sebagian orang telah terlena bahwa apapun yang disampaikan oleh Mbah Maridjan adalah lebih benar dan lebih tahu tentang Merapi. Sadar atau tidak apa yang dilakukan beliau telah berlawanan dengan sekian banyak orang yang juga mengamati, mempelajari,memprediksi apa yang akan terjadi di "Merapi". Mbah Maridjan lupa bahwa sekian banyak orang tadi memprediksi dengan menggunakan alat dan dari beberapa disiplin Ilmu, belum sebanding dan tidak akan sebanding kalau dibandingkan dengan kekuasaan Allho SWT. Menurut penulis mesthinya Mbah Maridjan membantu menyadarkan warga sekitar Merapi bahwa sudah saatnya mengungsi adalah yang apling tepat karena kondisi Merapi sudah berbahaya. Persoalan di pengungsian dan sesudah mengungsi sudah seharusnya menjadi tugas pokok dan kewajiban pemerintah (pusat/daerah) melalui anggaran masing-masing. Toh sekian banyak rakyat Indonesia dan juga dari luar Indonesia mengalir ke dompet "Peduli Merapi". Dari media dapat kita saksikan Milyaran uang terkumpul, belum lagi kalau ditambah dari anggaran pemerintah. Tentu pemulihan pengungsi setidaknya akan teratasi walau tidak 100%. Sudah semesthiya pula bahwa tidak melawan erupsi Merapi dengan mengandalkan perasaan. Apa iya melawan erupsi abu panas dengan kekuatan perasaan dan kemampuan Fisik ?? Kalau menahan bola karena tendangan pemain bola, tentu masih mungkin. Tulisan ini tidak bermaksud menyalahkan siapapun, namun menurut penulis kejadian ini harus dijadikan pelajaran, dan harus berdampak bahwa kita tidak akan takabur karena kita merasa "dukun", "paranormal", "jagoan", "pendekar" atau apapun namanya. Yang namanya bencana tentu tidak akan menimpa hanya yang korupsi, atau penjahat atau orang-orang kafir saja, namun orang yang hanya ikut-ikutan pemahaman yang salah juga terkena bencana. Kalau memang jiwa lebih berharga dari harta benda, tentu yang mengungsi masih dapat merasakan mie instan atau yang lain, sedangkan yang terkubur abu panas sudah kehabisan jatah tinggal di alam dunia. Andai pada bencana sebelumnya sesorang atau sekelompok orang selamat dari maut, tentunya tidak boleh berakibat bahwa dirinya mempunyai kekuatan supra untuk melindungi dirinya. Rasulpun hanya dapat selamat dari ancaman bahaya bila mendapat mukjizat dari Alloh SWT. Bila sampai mukjizat diberikan lebih dari satu untuk kejadian yang sama, tentu seorang Rasulpun akan menjadi "sombong". Oleh karena itu siapapun yang berbicara dengan lantang bahwa dirinya "kuat" dan bisa diulang-ulang untuk kejadian yang sama ataupun situasi yang berbeda, tentu orang tersebut sudah menjadi "hamba setan", dikarenakan sombong memang merupakan ciri-ciri aliran sesat alias aliran setan. Belajar dari pengalaman diri sendiri maupun dari orang lain tentu akan membuat diri kita meningkat kualitas pemahaman dan cara memaknai hidup ini(bersambung)

Kamis, 21 Oktober 2010

Listrik Magnet untuk SMA

HUKUM FARADAY
Perhatikan gambar percobaan Faraday berikut :


Batang magnet di masukkan ke dalam kumparan, dan selama gerakan magnet batang jarum galvanometer menyimpang dari kedudukan semula. Pada saat magnet berhenti bergerak, jarum galvanometer kembali ke kedudukan semula. Pada saat magnet ditarik, jarum galvanometer menyimpang lagi dari kedudukan semula, tetapi arahnya berlawanan dengan pada saat magnet mendekati kumparan. Ini menunjukkan bahwa dalam rangkaian terjadi arus listrik (arus induksi) akibat beda tegangan yang disebut GGL induksi.
Hukum Faraday menyatakan bahwa :
“GGL induksi yang terjadi dalam besarnya berbanding lurus dengan cepat perubahan fluks magnetic yang dilingkupinya”.
Jadi besarnya GGL induksi pada sebuah kumparan dengan N buah lilitan adalah :



N = banyak lilitan kumparan
dɸ/dt = laju perubahan fluks magnetik

Dengan demikian semakin banyak jumlah lilitan pada kumparan dan semakin cepat laju perubahan fluks magnet akan semaikn besar pila GGL yang timbul pada ujung-ujung kumparan.
Sehingga tidak salah bila seorang teknisi "reparasi dinamo" akan menambah jumlah lilitan bila ingin tegangan yang keluar pada dynamo lebih besar dari sebelumnya, termasuk harus mengganti magnet bila diperkirakan medan magnetnya sudah tidak maksimal (walau jarang terjadi).

Prinsip Kerja Generator AC.

Untuk membangkitkan energi listrik maka setidaknya harus mempunyai :
  1. Sumber energi (misalnya : energi gerak) yang akan diubah ke energi listrik.
  2. Harus mempunyai medan magnet (dari magnet batang atau magnet permanen)
  3. mempunyai penghantar yang berbentuk kumparan
Perhatikan gambar berikut ini :




Keterangan gambar :

  1. Yang bertanda N dan S adalah magnet yang menghasilkan medan magnet yang melingkupi penghantar berbentuk kumparan (dihubungkan dengan tuas untuk memutar poros kumparan)
  2. Agar pada ujung kumparan timbul GGL maka kumparan harus digerakkan memotong garis-garis medan magnet.
  3. Kawat/penghantar yang berbentuk kumparan bergerak melingkar, sehingga fluks magnet yang melingkupinya selalu berubah (hasilnya arus AC)
  4. Cara menghubungkan kumparan yang berputar dengan keluaran dari generator menggunakan cincin dan sikat (brostel=istilah yang lazim dipakai para teknisi).
Bandingkan dengan gambar generator DC berikut ini, dan carilah perbedaannya serata berilah penjelasan sendiri agar anda lebih memahami konsep ini.
Jenis dan bahan sikat tergantung beban kerja dari dinamo tersebut. Untuk beban yang kecil, sikat berbahan carbon, sedangkan yang beban besar terbuat dari bahan tembaga.

Penerapan Hukum Faraday pada Microphone

Bila generator meruapakan alat yang mampu mengubah energi gerak menjadi listrik, demikian juga halnya dengan microphone, juga mampu mengubah energi bunyi menjadi gelombang listrik, untuk selanjutnya diperkuat dengan system penguat frekuensi suara (amplifier). Perhatikan gambar berikut :
Pada peristiwa tersebut gelombang bunyi dari seseorang merambat melalui udara, kemudian menggetarkan membran (diafragma), sedangkan diafragma menyatu/melekat dengan spul microphone, yang mana teridiri dari kumparan yang tengahnya berupa magnet permanen, sehingga ketika diafragma bergetar (sesuai dengan getaran gelombang bunyi yang ditangkap) maka spul (kumparan) akan bergerak memotong medan magnet yang melingkupinya, sehingga pada ujung-ujung spul timbul GGL (sangat kecil) dan untuk selanjutnya diumpankan pada system penguat suara dan keluarlah suara yang lebih keras dari suara yang ditangkap microphone. Speaker sebagai keluaran dari system penguat suara bekerja kebalikan dari microphone dengan daya yang jauh lebih besar. Dengan perkembangan teknologi maka dalam system penguat suara sudah terintegrasi pengolah gelombang suara secara digital, sehingga didapatkan banyak efek suara termasuk echo chamber, repeater, efek robot dll. (bersambung)

Ulangan Tengah Semester Ganjil 2010-2011

ULANGAN TENGAH SEMESTER GANJIL PERBAIKAN
TAHUN PELAJARAN 2010-2011

Mata Pelajaran : FISIKA
Kelas : XII.IPA

Perintah : Susunlah soal yang penyelesaiannya seperti di bawah ini, kemudian ketik dalam format doc atau docx, kemudian kirim ke email masthoyib@gmail.com, paling lambat hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010.

Penyelesaian :

Silahkan download terlebih dahulu

Senin, 20 September 2010

Cara menjawab pertanyaan seputar dana tunjangan sertifikasi guru


Berikut ini adalah kumpulan berita dan jawaban pejabat terkait dengan pencairan dana tunjangan sertifikasi gur dari berbagai media online
Saat dihubungi Suara Surabaya, HARUN tadi menjelaskan, TPP PNS tahun 2009 di 13 daerah di Jatim sudah ada yang cair. Sisanya masih dalam proses karena untuk pencairan dana harus melihat data seperti fotocopy sertifikat pendidikan (SKPP). Persyaratan itu harus dipenuhi dan proses verifikasi ini ada di Dinas Pendidikan kabupaten/kota masing-masing.

“Sehingga kalau dana TPP PNS 2009 di Surabaya belum keluar, yang bisa menjawab adalah Diknas Kota Surabaya,” kata HARUN.

Sementara itu Drs SAHUDI Mpd Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya waktu dikonfirmasi tadi menjelaskan, belum cairnya dana TPP PNS 2009 karena masih menunggu SK Dirjen Kementerian Pendidikan. Sebelum hari raya kemarin, memang ada 125 SK yang turun sehingga dananya bisa cair untuk 125 guru. Tapi lainnya masih menunggu SK Dirjen.

Mekanismenya, berkas yang masuk di Dispendik Surabaya dikirim ke Jakarta. Berkas yang sudah mendapat SK Dirjen otomatis dananya ikut cair.

Sebelumnya diberitakan beberapa guru PNS di Surabaya mengeluhkan TPP PNS 2009 yang dicairkan melalui bank Mandiri sampai sekarang belum cair. Padahal guru PNS di Madiun dan Sidoarjo sudah menerima, dicairkan melalui Bank Jatim.(gk/edy)
Wonogiri (Espos)–Tunjangan guru baik sertifikasi maupun non sertifikasi di Kabupaten Wonogiri terancam molor hingga setelah Lebaran menyusul belum ditetapkannya APBD Perubahan (APBD-P) 2010. Hingga Senin (6/9), hasil evaluasi Gubernur Jateng terhadap rancangan APBD-P itu belum turun.
Dengan hanya tiga hari tersisa, yaitu Selasa-Kamis (7-9/9), nyaris tidak mungkin untuk membahas hasil evaluasi gubernur tersebut, menetapkan RAPBD-P menjadi APBD-P dan memproses pencairan tunjangan guru itu sebelum Lebaran.
Informasi yang dihimpun Espos, hingga kemarin, baru sebagian guru, yaitu yang mengikuti sertifikasi pada 2009 dan setelahnya, yang telah menerima tunjangan.
Salah seorang guru yang mengikuti sertifikasi sebelum 2009, Setyowati, kepada Espos, Senin (6/8) mengaku belum menerima tunjangan tersebut. Dia berharap tunjangan itu bisa cair sebelum Lebaran, namun jika tidak, dia mengatakan hanya bisa pasrah.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri, Suparno mengungkapkan memang terdapat perbedaan mekanisme pencairan antara tunjangan sertifikasi tahun 2009 dengan tunjangan sertifikasi tahun 2008 dan sebelumnya. Hal itu karena berdasarkan Permendagri No 59/2007, pendapatan di satu instansi pemerintah harus masuk ke kas daerah.
“Tunjangan guru yang ikut sertifikasi tahun 2009, masih ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Sedangkan tunjangan guru sertifikasi tahun 2008 dan sebelumnya, harus melalui kas daerah dan itu sudah dimasukkan dalam pembahasan RAPBD-P, termasuk tunjangan guru non sertifikasi. Sehingga pencairannya harus melalui mekanisme APBD,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri, Suparno, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (6/9).
Suparno mengungkapkan informasi terakhir yang diterimanya, hasil evaluasi gubernur terhadap RAPBD-P sebenarnya sudah kelar. Rencananya, Selasa (7/9) ini akan diambil. Setelah itu baru akan dibahas di DPRD dan ditetapkan menjadi APBD-P.
Meski kemungkinannya sangat kecil untuk tunjangan sertifikasi guru tahun 2008 dan sebelumnya serta tunjangan guru non sertifikasi bisa cair sebelum Lebaran, Suparno mengatakan akan tetap mengusahakan. “Satu hal yang pasti, uangnya sudah ada di kas daerah. Hanya, turunnya kapan, sebelum atau setelah Lebaran, itu yang belum bisa dipastikan,” ujarnya.
Shs
PANDEGLANG-MI: Dana sertifikasi guru di Kabupaten Pandeglang yang sudah empat bulan terakhir ini belum dibayar akan dibayarkan pada pekan depan.

"Pada Senin (8/2) akan ada pembayaran uang sertifikasi guru itu. Dananya kini sudah ada tinggal menunggu pencairan saja," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Ahmad Yani, di Pandeglang, Jumat (5/2).

Ia mengatakan, sebanyak 480 dari 2.500 orang guru yang telah mendapatkan sertifikasi belum menerima tunjangan sertifikasi untuk empat bulan terakhir (Oktober 2009-Januari 2010).

Mengenai jumlah dana sertifikasi yang dibayarkan tersebut, menurut dia, cukup besar dan masing-masing guru menerima nilai tunjangan itu bervariasi sesuai dengan gaji pokok yang diterimanya.

"Tunjangan sertifikasi itu sebesar gaji pokok yang diterima oleh para guru, jadi nilainya bervariasi," ujarnya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pandeglang Aep Junaedi secara terpisah mengharapkan, pemerintah daerah segera membayar dana sertifikasi guru di daerah itu.

Menurut keterangan Kepala Disdik, kata dia, dana tersebut sudah ada dan kini tinggal menunggu pencairannya saja.

"Bagi para guru yang belum menerima dana sertifikasi itu kita harapkan untuk bersabar karena sebenarnya anggaran sudah ada tinggal menunggu pencairan, dan informasinya akan dilakukan awal pekan depan," ujarnya. (Ant/OL-7)
GUNUNGSUGIH - Dinas Pendidikan (Disdik) Lamteng, belum dapat memberikan kepastian, tentang rencana pencairan dana, bagi 5.800 guru yang telah bersertifikasi.
Hal itu dikarenakan, Disdik masih menunggu hasil verifikasi dari guru, yang lulus sertifikasi angkatan 2009.
Selain itu, perubahan mekanisme pembayaran dana sertifikasi, yang awalnya ditangani langsung oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), kini akan diserahkan pada tingkat kabupaten.
Kepala Dinas Pendidikan Lamteng Hj. Umi Kalsum,S.H. Jumat (4/6) menjelaskan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui , tentang rencana pencairan dana tersebut.
Karena kita masih menunggu verifikasi dan kelengkapan berkas dari guru yang lulus sertifikasi tahun 2009 kemarin. Semuanya berjumlah 1.300 orang, ucapnya.
Menurut Umi, perubahan mekanisme pembayaran dana sertifikasi, nantinya tidak hanya akan membawa dampak keterlambatan pencairan dana, tapi juga akan mempengaruhi interval pencairan dana sertifikasi.
Ketika pencairan dana ditangani LPMP pusat, dana yang dicairkan langsung ditransfer ke rekening para guru, setiap per triwulan. Sedangkan setelah perubahan, dana sertifikasi akan diserahkan terlebih dahulu pada APBD II, dan akan dicairkan per semester, ujarnya.
Diakui Umi, ketika pembayaran dana tersebut ditangani langsung oleh LPMP, pencairannya memang dilakukan setiap per triwulan. Sedangkan untuk saat ini, pencairan dana tersebut, harus menunggu proses peralihan ke APBD II, dan pencairannya dilakukan per semester.
Saat ini sedang diurus peralihannya. Kalau kepastian kapan cair dan berapa jumlahnya, saya belum tahu, karena hingga saat ini belum ada transfer dari pusat,” tandas Umi Kalsum. (cw-4/gde)
Tunjangan guru yang belum cair tahun ini akan dibayarkan segera sebelum Idul Fitri. Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof Dr Muhammad Nuh DEA kepada wartawan mengatakan, dana itu sudah ada dan sudah bisa dibayarkan. Hanya saja ada persoalan internal di Kemenkeu dalam proses pencairannya.
‘’Seharusnya, dari Januari 2010 kemarin sudah bisa dibayarkan, namun sampai bulan Agustus ini belum juga. Setelah ditelusuri, penyebabnya bersamaan dengan penyusunan APBN-P oleh pemerintah,’’ kata Muhammad Nuh, Selasa (25/8) di Pekanbaru.
Terdapat 13 ribu guru yang ada di Riau saat ini, yang
tunjangannya belum dibayarkan. Jumlah yang akan dibayarkan bervariasi tergantung pangkat dan golongan masing-masing. M Nuh menyebutkan, persoalan pembayaran tunjangan profesi guru itu tidaklah persoalan mendasar. Kemediknas tidak lari dari tanggung jawab itu. Bahkan dijadwalkan sebelum Idul Fitri nanti, pembayaran tunjangan itu sudah bisa diterima guru.
‘’Saya minta pada pemerintah daerah untuk membantu dalam penyaluran dana ini. Memang dalam pembayarannya, dilakukan dari pusat diserahkan ke daerah. Dan daerahlah yang menyalurkan pada guru,’’ kata dia.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Riau Prof Dr Irwan Efendi MSc menambahkan, persyaratan pencairan dana sertifikasi guru yang tertuang dalam Permen Keuangan Nomor 101 tahun 2010, tergolong sangat berat, di mana Kepala Dinas Pendidikan Provinsi melakukan pengecekan guru yang sertifikasi meliputi berbagai persyaratannya. ‘’Di meja saya banyak sekali berkas guru yang harus dicek dan ditandatangani, dan belum selesai,’’ kata Irwan.
Hal itu baru satu persyaratan, belum lagi persyaratan lainnya, sehingga sangat menyita waktu dan tenaga. Oleh karena itu, kata Irwan, jangan pernah beranggapan, jika Disdik menahan dana guru. Dikatakan Irwan, perubahan tersebut diatur dalam mekanisme pembayaran tunjangan yang baru dari Kementerian Keuangan. Jika sebelumnya guru hanya tinggal menunggu tunjangan tersebut ditransfer ke tabungan masing-masing, kali ini guru harus melengkapi beberapa syarat.
‘’Syarat yang harus dipenuhi oleh Disdik dan guru untuk pengajuan pencairan tunjangan kepada Kementerian Keuangan di antaranya harus melengkapi legalisir SK sertifikasi,’’ kata mantan Rektor Umri dan Unilak ini. Tidak hanya itu, guru juga harus mempersiapkan surat keterangan mengajar 24 jam dalam sepekan yang dilegalisir Disdik Riau. Karena saat ini beberapa di antara berkas tersebut masih belum terpenuhi, pengajuan anggaran tunjangan yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah tersebut harus terhambat.
Berhubung keterlambantan informasi ini, berkas pengajuan pencairan tunjangan sertifikasi ini menumpuk di Disdik. Meski begitu, dia juga mengakui bahwa hal tersebut tidak hanya terjadi di Riau, hampir seluruh provinsi di Indonesia juga belum
mendapatkan apa yang seharunya didapatkan. Dan dengan itu, Disdik Riau berjanji akan segera mengusahakan agar pencairan tunjangan tersebut segera terwujud. Meski begitu, hal ini juga menjadi polemik dan Kemendiknas mengusulkan kepada Kemenkeu untuk mencabut serta mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.
Pengangkatan Guru Honorer Tetap Sesuai Aturan
Meskipun ada janji Kemendiknas untuk segera mengangkat guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh daerah di tanah air, namun hendaknya hal itu tidak mengabaikan persyaratan yang tertuang di dalam UU Guru dan Dosen. Salah satu persyaratan pengangkatan guru itu adalah berpendidikan strata 1 (S-1).
‘’Untuk pengangkatan guru melalui jalur tanpa tes itu adalah yang termasuk ke dalam database 2005, dan juga masa pengabdiannya lebih kurang 30 tahun. Namun meskipun tercatat, guru tersebut haruslah S-1,’’ kata Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh DEA, usai melantik Rektor Unri, Prof Dr Ashaluddin Jalil MS, di Kampus Unri, kemarin.
Nuh menyebutkan, guru yang ingin menjadi PNS hendaknya tidak khawatir. Pasalnya, setiap tahunnya tercatat 250 ribu guru yang pensiun, dan tiap tahun juga formasi untuk guru selalu tersedia. Maka dari itu ikuti saja jalur dan persyaratan yang ada. ‘’Pemerintah tidak memaksakan diri untuk melakukan pengangkatan, karena dalam pengangkatan itu ada aturannya. Dan jika hal itu dilanggar itu sama saja dengan melanggar undang-undang,’’ kata dia.
Walaupun besar harapan guru honorer untuk diangkat menjadi PNS oleh pemerintah, menurut Nuh itu adalah suatu kewajaran. Akan tetapi pemerintah tidak ingin mengabaikan begitu saja amanat dari undang-undang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. ‘’Bisa dibayangkan nanti dampaknya seperti apa jika guru yang diangkat itu tidak sesuai dengan kualifikasi dan persyaratannya. Tentunya secara tidak langsung bagi anak didik dan generasi bangsa yang terkena imbasnya,’’ kata dia lagi.
Menurutnya, sudah seyogyanya, guru sebagai ujung tombak pemerintah untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya dalam bidang belajar-mengajar, karena dari jasa guru ini, anak-anak bangsa menjadi maju. ‘’Maka dari itu, dalam pengangkatan guru ini, pemerintah tetap mengacu pada UU Guru dan Dosen, meskipun guru tersebut tercatat dalam database,’’ kata dia.
Dikatakannya, pemerintah sangat memerlukan tenaga guru untuk daerah di tanah air, akan tetapi dalam pengangkatan itu, tentu ada peraturan yang menjadi acuan. Artinya tidak dilakukan sembarangan pengangkatan, karena dampaknya yang dirasakan jauh lebih merugikan.
Di Riau sendiri sampai saat ini tercatat 24 ribu guru honorer yang tersebar di kabupaten/kota. Jumlah ini tergolong besar, dan tentunya janji dari Kemendiknas terhadap nasib guru honorer diangkat menjadi CPNS sangat diharapkan realisasinya. Kebanyakan guru honorer diangkat oleh kabupaten/kota, sedang yang diangkat Disdik Riau hanya lebih kurang 7 ribu. Dari total jumlah guru honorer tersebut sebagian besar belum sarjana atau S-1.(*3/muh)

Senin, 14 Juni 2010

Tes Seleksi PSB 2010-2011

Kebersamaan dalam banyak hal sangat diperlukan, tetapi soal yang sama untuk Tes Seleksi PSB se SMAN Kabupaten Mojokerto adalah tidak sepenuhnya tepat. Beberapa alasan kami kemukakan di sini, yaitu apabila ada kebocoran soal dan atau kunci jawaban maka hanya bisa saling meyalahkan tanpa ada solusi. Apabila kebocoran berasal dari SMAN CONTOH, sedangkan yang mendapat bocoran calon siswa yang mendaftar di SMAN MISALNYA, maka secara psikologis yang dirugikan adalah SMAN MISALNYA. Tanpa pemikiran yang mendalam tentang sistem tes seleksi maka hampir bisa dipastikan akan muncul beberapa masalah, misalnya seseorang guru akan dianggap oleh sebagian pihak (calon Wali siswa) mempunyai akses untuk meloloskan sesorang calon siswa, padahal guru yang bersangkutan bisa jadi tidak tahu sama sekali tentang hal yang berkaitan dengan test seleksi PSB. Masalah yang lain adalah test seleksi dimaksudkan untuk menyempurnakan atau mendampingi UN SMP/MTs, namun Soal dan psikologis siswa hanya dipersiapkan beberapa saat setelah UN SMP/MTs berlangsung, artinya siswa SMP/MTs tidak tahu jauh hari sebelum PSB di SMAN, bahwa dalam PSB tersebut dilakukan test Seleksi termasuk tentang kisi-kisi soal tes seleksi yang dimaksud. Sebenarnya tidak terlalu sulit menentukan sesuatu aturan lebih awal, ini hanyalah masalah "good will". Baca juga analisa sederhana di www.masthoyib.0fees.net halaman Layanan.

Kamis, 13 Mei 2010

Upgrade Blog

Bila udah pinter ngeblog, tentu tidak salah bila migrasi ke nyitus sendiri dengan dukungan penuh dari 0fees.net. Secara umum mengelola situs tidak ubahnya mengelola blog. Paling berbeda masalah kedalaman aja. Kalau mengelola situs maka kita seperti mempunyai kewenangan penuh dalam mengupload atau memposting karya-karya kita, bisa juga menambah widgets dll. Semoga tidak keberatan mengunjungi www.masthoyib.0fees.net untuk mendownload informasi membuat domain dan hosting di www.0fees.net. Sukses buat kita semua.

Selasa, 13 April 2010

Kunjungan ke Singapura


Bu Endang S (KS) dan beberapa orang guru telah berkunjung ke Singapura untuk belajar mengelola sistem pendidikan modern yang telah diterapkan disana. Beberapa hal dapat dengan mudah diterapkan di SMAN 1 Gondang, Mojokerto. Namun beberapa hal sulit dilakukan. Hal tersebut disebabkan terkait dengan peraturan atau kebijakan dari (Dinas Pendidikan dan Lembaga atasan berikutnya). Misalnya, Sistem Pendidikan di Singapura (menurut persepsi kami) mengacu pada perbedaan bakat, kecepatan belajar, kebutuhan siswa, dan sebaginya. Sehingga sekolah memotivasi dan memfasilitasi siswa dalam belajar, bukan siswa diberi dan "hanya diberi" pelajaran. Gambar tersebut merupakan salah satu foto mereka disana....... (selengkapnya dapat anda lihat pada link )

Pak Budi Prabowo

Ketika...internet merajalela...merambah bumi nusantara, Pak Budi (Guru Bahasa Inggris) yang sangat fenomenal, telah menyewa hosting demi menyampaikan ide dan aspirasi serta dedikasinya dalam mengembangkan sistem pendidikan modern, Silahkan kunjungi ke www.pakbudi.com.

Rimma (Anakku yang Ketiga)


"Fatmarimma Putri Tosana" adalah anak kami yang ketiga dengan kekasihku sekaligus sebagai istriku (Nana). Yang pertama kami beri nama "Fatmarilla Putri Tosana" dan yang kedua "Fatmarikka Putri Tosana". Manakala Rimma "melucu" dan "berekspresi"....lupalah aku dengan segala kepenatan hidup ini......ketika "rewel"...gemes rasanya (bisa jadi Rimma rewel dikarenakan tidak keturutan apa yang dia mau (belum bicara lengkap dan jelas....seh). Kata mamae Rimma...sama dengan Ayahe...bila gak keturutan. Rimma suka mengajak mamae nyantai, duduk, pw, dsb. Tidak suka bila disambi kerja (di dapur), dikarenakan mamae tidak akan mengijinkan bila Rimma pegang sana..pegang sini (alat-alat yang ada di dapur-kompor-misalnya). Ya..kita nikmati aja kan.......Siiiplah.

Jumat, 02 April 2010

REMUNERASI

Ketika UU yang menyangkut profesi Guru dan Dosen telah disahkan dan ada gejala "Sertifikasi" agar dapat tunjangan profesi maka sibuklah para guru menyelesaikan urusan "sertifikasi" dengan segala seluk-beluknya (termasuk gesekan sesama guru dalam satu instansi maupun dengan instansi lain tentang urutan agar dapat disertifikasi), namun setelah bergetar kasus "Gayus Tambunan" mulai terbuka banyak informasi tersembunyi, yang ternyata di Departemen (Kementrian) selain Kementrian Pendidikan Nasional, PNSnya telah menerima tunjangan yang menggiurkan dengan istilah yang baru saya ketahui (remunerasi), sedangkan para guru terus sibuk ber"sertifikasi". Sebuah "Panggung Sandiwara" kata Gito R (alm) telah menyelimuti langit bumi Pertiwi. Hanya mengharap belas kasihanlah yang dapat dilakukan para Guru se "Indonesia". Merdeka.....Merdeka......