Selasa, 13 April 2010

Kunjungan ke Singapura


Bu Endang S (KS) dan beberapa orang guru telah berkunjung ke Singapura untuk belajar mengelola sistem pendidikan modern yang telah diterapkan disana. Beberapa hal dapat dengan mudah diterapkan di SMAN 1 Gondang, Mojokerto. Namun beberapa hal sulit dilakukan. Hal tersebut disebabkan terkait dengan peraturan atau kebijakan dari (Dinas Pendidikan dan Lembaga atasan berikutnya). Misalnya, Sistem Pendidikan di Singapura (menurut persepsi kami) mengacu pada perbedaan bakat, kecepatan belajar, kebutuhan siswa, dan sebaginya. Sehingga sekolah memotivasi dan memfasilitasi siswa dalam belajar, bukan siswa diberi dan "hanya diberi" pelajaran. Gambar tersebut merupakan salah satu foto mereka disana....... (selengkapnya dapat anda lihat pada link )

Pak Budi Prabowo

Ketika...internet merajalela...merambah bumi nusantara, Pak Budi (Guru Bahasa Inggris) yang sangat fenomenal, telah menyewa hosting demi menyampaikan ide dan aspirasi serta dedikasinya dalam mengembangkan sistem pendidikan modern, Silahkan kunjungi ke www.pakbudi.com.

Rimma (Anakku yang Ketiga)


"Fatmarimma Putri Tosana" adalah anak kami yang ketiga dengan kekasihku sekaligus sebagai istriku (Nana). Yang pertama kami beri nama "Fatmarilla Putri Tosana" dan yang kedua "Fatmarikka Putri Tosana". Manakala Rimma "melucu" dan "berekspresi"....lupalah aku dengan segala kepenatan hidup ini......ketika "rewel"...gemes rasanya (bisa jadi Rimma rewel dikarenakan tidak keturutan apa yang dia mau (belum bicara lengkap dan jelas....seh). Kata mamae Rimma...sama dengan Ayahe...bila gak keturutan. Rimma suka mengajak mamae nyantai, duduk, pw, dsb. Tidak suka bila disambi kerja (di dapur), dikarenakan mamae tidak akan mengijinkan bila Rimma pegang sana..pegang sini (alat-alat yang ada di dapur-kompor-misalnya). Ya..kita nikmati aja kan.......Siiiplah.

Jumat, 02 April 2010

REMUNERASI

Ketika UU yang menyangkut profesi Guru dan Dosen telah disahkan dan ada gejala "Sertifikasi" agar dapat tunjangan profesi maka sibuklah para guru menyelesaikan urusan "sertifikasi" dengan segala seluk-beluknya (termasuk gesekan sesama guru dalam satu instansi maupun dengan instansi lain tentang urutan agar dapat disertifikasi), namun setelah bergetar kasus "Gayus Tambunan" mulai terbuka banyak informasi tersembunyi, yang ternyata di Departemen (Kementrian) selain Kementrian Pendidikan Nasional, PNSnya telah menerima tunjangan yang menggiurkan dengan istilah yang baru saya ketahui (remunerasi), sedangkan para guru terus sibuk ber"sertifikasi". Sebuah "Panggung Sandiwara" kata Gito R (alm) telah menyelimuti langit bumi Pertiwi. Hanya mengharap belas kasihanlah yang dapat dilakukan para Guru se "Indonesia". Merdeka.....Merdeka......