Selasa, 07 Juni 2011

Pembentukan bayangan pada Mikroskop Konvensional

Gabungan dua buah lensa positip dapat berfungsi sebagai mikroskop. Berkas sinar diperoleh dengan cara pemantulan sekaligus pengumpulan (menggunakan cermin cekung) cahaya matahari atau lampu. Dikarenakan maksud dan tujuan penggunaan mikroskop adalah untuk melihat benda yang sangat kecil ukurannya, maka hal tersebut dapat tercapai dengan cara memperbesar bayangan benda berlipat ganda ratusan bahkan ribuan kali dibanding ukuran benda tersebut. 
Apabila anda sudah memahami pembentukan bayangan oleh lensa positip, maka menganalisis gambar berikut ini tentu bukanlah hal yang sulit.
Perhatikan gambar (ukuran pada gambar tidak mewakili ukuran yang sebenarnya, hanya diperlukan untuk memahami posisi dan letak bayangan oleh lensa obyektif maupun okuler) dan penjelasan berikut ini:
  1. Benda diletakkan di depan lensa obyektif (sesungguhnya di bawah lensa obyektif pada mikroskop), dan diatur sedemikian rupa agar jarak benda berada di ruang II (lebih besar dari f dan kurang dari R).
  2. Bayangan b oleh lensa obyektif adalah b1. Dari gambar tersebut nampak ukuran b1 lebih besar dari b. 
  3. b1 yang diamati oleh pengamat melalui lensa okuler (yang berfiungsi sebagai LUP) dapat memperbesar b1 menjadi nampak sebagai b2 yang jauh lebih besar daripada b.
  4. Agar tujuan pada no 3 dapat terpenuhi maka pengguna mikroskop harus mengatur panjang tubus agar b1 tepat berada pada titik fokus lensa okuler dan bayangan lensa okuler berada di tak berhingga , sehingga mata tidak berakomodasi. Bila mata berakomodasi, maka bayangan lensa okuler harus senilai Sn (jarak baca normal= 25-30 cm). Hal inilah yang dianggap sulit bagi pengguna mikroskop ( pengguna pemula).
  5. Perbesaran total yang diperoleh dengan menggunakan mikroskop adalah perkalian antara perbesaran lensa obyektif dengan perbesaran lensa okuler.
  6. Dengan perkembangan teknologi maka cahaya yang digunakan bukan lagi cahaya matahari atau lampu namun menggunakan berkas elektron yang mempunyai panjang gelombang lebih kecil, sehingga mampu menembus obyek yang jauh lebih kecil ukurannya.
  7. Apabila kita mengamati dengan mata telanjang pada lensa okuler, maka kita harus bersusah payah menggambar obyek yang kita amati pada selembar kertas, oleh karena itu pada mikroskop modern di bagian lensa okuler, bayangannya ditangkap dengan sensor penangkap gambar yang dikenal juga sebagai CCD (Charged Coupled Device) atau CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yang digunakan pada kamera digital, sehingga bayangan benda dapat dilihat pada layar monitor dan bahkan dengan mudahnya untuk direkam dan disimpan sebagai data digital.